Jumat, 09 Juli 2010

Sintia digarap mertua

skip to main | skip to sidebar
KUMPULAN CERITA SEX

Dijamin Ngaceng Setelah Baca Blog Ini

* Home
* Posts RSS
* Log In

KUMPULAN CERITA SEX

↑ Grab this Headline Animator
Monday, 25 January 2010
Mertuaku
Aku bingung melihat sikap mertuaku padaku, akhir2 ini sering sekali dia mampir ke rumahku, terutama saat suamiku belum pulang. Tingkahnya makin menjadi2, dia selalu mengeluh padaku karena gairah sexnya tidak terpuaskan, ibu mertuaku kelihatannya sudah enggan meladeni napsu suaminya. Aku merasa dia sedang merayuku untuk mau meladeni napsunya. Aku mula2 sungkan dengan tingkahnya, tetapi karena seringnya dia melakukan hal yang sama, buatku menjadi biasa. Kalau berkunjung selalu dia membawakan sesuatu untukku, makanan, buah2an, bahkan pakaian dan sepatu. Suamiku hanya tersenyum ketika kulapori ulah bapaknya, dia bilang, itu tandanya papah sayang sama kamu.


Suatu sore mertuaku datang lagi ke rumahku, aku baru saja sampai dirumah, suamiku belum pulang, katanya malem ini dia lembur, kemungkinan malah gak pulang karena besok adalah dead line proyeknya. Mertuaku mendadak memelukku dari belakang, "Sin, kamu merangsang sekali deh". Aku terkejut dengan ulahnya yang belum pernah dilakukan, tapi aku membiarkannya saja. Aku malah merasa tersanjung dengan pujian yang jarang sekali terucap dari suamiku. "Pah, nanti dilihat orang lo, pintunya masih terbuka", kataku. Dia melepaskan pelukannya dan menutup pintu rumahku.

Dia duduk di sofa dan minta aku duduk disampingnya, ketika aku duduk dia segera memeluk dan bibirnya langsung menyambar bibirku. Aku kaget tapi akhirnya larut dalam lumatan bibirnya yang ganas, lidahnya menyusup ke dalam mulutku dan melilit lidahku, spontan aku membalas aksinya dengan menyambut ciuman ganasnya, akupun mengemut lidahnya yang menari2 didalam mulutku. "Papah nekatt.." kataku. "Abisnya kamu ngegemesin sih.." Kembali dia mencium bibirku, tangannya kali ini menggerayangi tetekku, diremas2nya pelan2 sehingga aku mulai terhanyut oleh napsuku yang mulai berkobar. Jemarinya menyusuri pahaku, menyingkap rokku ke atas, sehingga terpampanglah pahaku, dia tambah bernapsu. Sambil terus mengulum bibirku, tangannya mengelus pahaku makin keatas sehingga rokku makin tersingkap, sampai jarinya menyentuh bukit memekku. Otomatis pahaku merenggang memberi kesempatan jemarinya untuk bermain lebih leluasa di bukit memekku. Terasa jari nakalnya mulai menyusup kedalam CD ku dan mengilik itilku, aku menggelinjang, napsuku makin berkobar saja. "Pah, aah", erangku. "kenapa Sin, kamu dah napsu ya, ke kamar yuk biar lebih asik", jawabnya sambil bangkit dan setengah menyeretku ke kamar. Aku hanya ngikut saja ketika dia menarikku ke kamar, kewarasanku sudah tertutupi napsuku yang berkobar, napsuku yang memaksaku mengikuti kehendak mertuaku karena dorongan keinginan merasakan kepuasan di ranjang yang jarang sekali aku peroleh.

Di kamar, langsung saja aku ditelanjanginya, bibirku diciuminya sambil meremas2 tetekku yang sudah mengeras, pentilku di pilin2nya, aku hanya bisa ber ah uh karena rangsangan yang luar biasa itu. Aku malah mengimbangi ciuman ganasnya, aku ditariknya ke ranjang. Pentilku langsung diserbunya, diemut2nya dengan rakusnya sehingga pentilku langsung mengeras, sementara itu tetekku terus saja diremas2nya. Puas mengemut pentilku, jilatan lidahnya turun ke arah perutku, terus ke bawah lagi dan mampir di memekku. Lidahnya segera membelah bibir memekku dan menjilati itilku, aku mengangkangkan pahaku sehingga mempermudah dia menggarap itilku. Aku mulai mengerang2 saking nikmatnya yang melanda tubuhku. "Aasshhg.. hngghh.. ssshhhg.." badanku melintir, bergeliat-geliat oleh kilikan jilatan di itilku. Dia makin bersemangat karena eranganku. Tiba2 dia melepaskan jilatnnya, segera dia melepaskan semua pakaiannya. kontolnya yang besar dan panjang sudah sangat keras. Aku heran, bapak nya punya kontol yang luar biasa, kenapa suamiku kontolnya udah kecil letoy lagi. Jangan2 dia anak pungut kali ya, batinku.

Dia segera menaiki tubuhku yang sudah telentang pasrah, siap untuk dienjot, dia membasahi kepala kontolnya dengan ludahnya kemudian ditempelkan ke bibir memekku dan langsung ditusuk masuk. "Hhgghh.." sekali lagi aku mengejang kali ini oleh sodokan kontolnya. Tapi karena sudah cukup siap, dengan mudahnya dia menancapkan kontolnya ke dalam memekku. Aku menggelepar ketika menyambut masuknya kontolnya yang cepat amblas ke dalam memekku. Begitu tertanam didalam, aku menahan pinggangnya agar sodokannya jangan terus berlanjut. Dia menungguku sampai sudah siap, baru kontolnya dienjotkan keluar masuk pelan2. Mula2 terasa aneh ketika kontolnya mulai memompa memekku, terasa banget kontolnya yang besar menyeruak masuk mengisi lobang memekku yang terdalam. "Hhsssh, dalemm bangett Paah.." spontan keluar eranganku. "He.ehh.. tapi kan nggak sakit?" tanyanya. "enggak kok Pah, malah nikmat banget rasanya", jawabku terengah. Dia terus mengenjotkan kontolnya keluar masuk, aku merangkul lehernya dan kedua kakiku membelit pahanya. "Gimana rasanya.. nggak sakit kan?" "Nggak.. enak malah Pah, geli sampe ke dalem-dalem sini." jawabku sambil mengusap-usap perut atasku. "Apanya yang enak?" "Ngg.. kontol papah.." jawabku. Dia makin gencar mengenjotkan kontolnya keluar masuk sehingga aku makin menggeliat saking nikmatnya. "Paah ennakk Paaah.. Iyya.. Duhh dalem bangett masuknya Paah..Aaa.. dikorek-korek gitu Sintia pengenn kluarr. Ayyo Pah.. adduuh", erangku gak karuan. ".. Iyya ayyo aaahhgh.. ssshgh.. hghrf.. ennaak memekmu Sin.. Papah juga mo kluaarr.. sshmmmh.." "Hhsss.. aduuhh tobatt Paah.. hahgh ooghh.. kontolnya kok masuk dalem sekali Pah, gedee sekalli, aduuh.. Pah.." kontolnya makin dipompa keras2, nikmat banget rasanya. Heg.. yaang kerass Pah.. shh iya gittu..aduh..ssshgh.. heehh.. ayyo.. ayoo Paak.. aaahgh.. sshgh.. Iyya Pah, Sintia udah mo nyampe.. aduhh.. hghshh.. hrrgh.." Dia meremas2 tetekku, sampai akhirnya akupun nyampe. Dadaku membusung, seolah-olah tubuhku terangkat-angkat oleh tarikannya yang meremasi kedua tetekku. Tapi menjelang tiba di saat dia muncrat, dia mencabut kontolnya dan langsung tegak berlutut sambil menarik kedua lenganku sehingga aku ikut bangun terduduk.Dia menekan kepalaku ke arah kontolku yang tegang mengangguk2 berlumuran cairan memekku. "Ayo Sin isepin sampe keluarr.." Tanpa ragu-ragu aku langsung mencaplok dan mengocok kontolnya dengan mulutku. Tidak bisa semua, hanya tertampung kepalanya saja dimulutku, tapi ini sudah cukup membuat dia muncrat di mulutku. Aku agak tersedak karena semprotan maninya yang tiba2, dia terus menekan kepalaku supaya tidak melepaskan kulumanku sehingga maninya tertelan olehku. Setelah keluar semua, aku melepas mulutku, langsung meringis. "Kenapa Sin, nggak enak ya rasanya?" tanya nya geli. "Asin rasanya Pak.." jawabku ikut geli. "Maaf ya? Terpaksa Papah tumpahin di mulut, soalnya kalo di memekmu nanti jadi lagi." "Nggak pa-pa, sekali-sekali buat pengalaman baru kok.." "Kalo sering-sering emang kenapa?" "Emang enak sih dikeluarin pake mulut?" kataku sambil bergerak bangun untuk ke kamar mandi mencuci bekas-bekas permainan ini. "Oo.. sama kamu sih pasti enak aja." jawabnya sambil ikut bangun menyusulku.

di kamar mandi, dia memelukku dari belakang, aku belum sempet bebersih ketika tangannya mulai meremas tetekku, pentilnya diplintir2 sambil menciumi kudukku. aku menggelinjang kegelian. Aku mencari kontolnya, astaga, sudah mulai tegang lagi rupanya. kuat banget dia, baru aja muncrat di mulutku sudah mulai ngaceng lagi. "Kuat banget sih Pah, baru Sintia emut sampe muncrat udah ngaceng lagi", kataku. "Iya tadi kan muncrat dimulut kamu, sekarang pengen muncrat di memek kamu", jawabnya sambil terus meremesi tetekku. Leherku terus saja diciumi, dijilati dengan penuh napsu. Akupun tidak tinggal diam, kontolnya yang makin keras aku remes dan kocok2 biar sempurna ngacengnya. "Pah, Sintia isep lagi ya", kataku sambil jongkok di depannya. Ujung kontolnya kujilati dan kemudian giliran kepala kontolnya, terus ke pangkalnya, kemudian ke biji pelernya. Dia mengangkat kaki kanannya supaya aku mudah menjilati kontolnya. Kemudian jilatanku naik lagi keatas, dan kepalanya langsung kukulum. Kepalaku mengangguk2 seiring keluar masuknya kontolnya dimulutku, sambil ngisep, biji pelernya aku elus2. "AAh Sin, nikmat banget deh", erangnya. Dia memegang rambutku dan mendorong kontolnya keluar masuk mulutku dengan pelan. Sepertinya dia udah tidak tahan lagi, aku diseretnya keluar kamar mandi dan ditelentangkan di ranjang. Pentilku menjadi sasaran jilatannya, jilatan berubah menjadi emutan, bergantian pentil kiri dan kanan. kemudian jilatannya turun ke perut, kemudian ke pusar sampe akhirnya ke buluku. Jarinya mulai mengelus bibir memekku, kemudian jilatannya mulai menjelajahi memekku yang sudah basah kembali. Jilatannya tidak langsung ke itilku tapi berputar2 sekitar memekku. ke daerah paha, terus kedaerah pantat dan naik lagi. "Pah, nakal ih", desahku, napsu sudah kembali menguasaiku. Jilatannya diarahkan ke itilku sambil memasukkan jarinya ke memekku. dia menggerakkan jarinya keluar masuk memekku. "Paah", desahku saking napsunya. pinggulku menggeliat kekiri kekanan.

Akhirnya sampailah saat yang kutunggu2, dia menaiki badanku, ditindihnya aku, kontolnya diarahkan ke memekku yang sudah basah banget. Kepalanya diusap2kan dibibir memekku. Aku mengangkat pantatku ke atas sehingga bless masuklah kepala kontolnya membelah bibir memekku.Dia mulai mengeluar masukkan kontolnya ke memekku, pelan2, makin lama makin cepat, sampe akhirnya dengan satu enjotan yang keras, seluruh kontolnya nancep dalem sekali di memekku. "Paah, nikmat sekali", jeritku. Aku menggelinjang makin gak beraturan seiring dengan enjotan kontolnya keluar masuk memekku dengan cepat dan keras. Kakiku menjepit pinggulnya, kemudian diletakkan di pundaknya, dia pada posisi berlutut, makin terasa gesekan kontolnya ke dinding memekku, nikmat banget. memekku mulai berdenyut2 meremes2 kontolnya yang teruis bergerak lincah keluar masuk. "Pah, Sintia udah mau nyampe nih, terus enjot yang keras pah, aah", erangku lagi. Dia makin semangat mengenjot memekku.

Tiba2 dia berhenti dan mencabut kontolnya, "Paah", protesku. ternyata dia pengen ganti posisi. aku disuruhnya nungging dan kembali kontolnya melesak masuk memekku dari belakang, doggie style. pantatku dipeganginya sementara dia mengenjotkan kontolnya keluar masuk. tetekku yang berguncang2 seirama dengan enjotan kontolnya diraihnya, diremes2nya, pentilnya diplintir2, menambah kenikmatan yang sedang mendera tubuhku. "Terus paah", erangku lagi, aku mencengkeram seprei dengan kuat saking nikmatnya. aku memaju mundurkan badanku supaya kontolnya nancep dalem sekali di memekku, sampe akhirnya, "Terus paah, Sintia nyampe lagiii". Dinding memekku berdenyut2 mengiringi sampenya aku, dia terus saja mengenjot memekku dengan cepat. Aku neklungkup, capai banget rasanya meladeni napsunya mertuaku ini. Dia membaringkan dirinya, kontolnya masih tegak berdiri berlumuran cairan memekku. "Sin, kamu yang diatas ya, papah belum keluar neh", pintanya.

Aku menempatkan diriku diatasnya, kontolnya kupegang dan langsung kutancapkan ke memekku, badan kutekan kebawah sehingga langsung aja kontolnya ambles semua di memekku. Aku mulai menggoyang pinggulku, kekiri kekanan, maju mundur, berputar2. biar cape, tapi nikmat banget rasanya gesekan kontolnya ke memekku. tetekku diremes2nya sambil memlintir2 pentilnya. aku merubah gerakanku menjadi keatas kebawah mengocok kontolnya dengan memekku. "Pah, nikmat banget pah", erangku. Akhirnya aku tidak bisa menahan diriku lebih lama lagi, aku ambruk didadanya karena nyampe untuk kesekian kalinya. "Pah, belum mau muncrat ya, Sintia lemes pah", desahku. "Tapi nikmat kan", jawabnya. "Nikmat banget pah".

Dia berguling tanpa mencabut kontolnya dari memekku sehingga sekarang dia ada diatasku. dia mulai lagi mengenjotkan kontolnya keluar masuk memekku. kuat banget ya untuk orang seumur dia, mungkin dia makan obat kuat. tapi aku gak perduli dengan hal itu, yang ada sekarang aku menikmati saja nikimatnya gesekan kontolnya di memekku. "Sin, udah mau muncrat, didalem ya", erangnya sambil mempercepat enjotannya. "muncratin di dalem aja pah, kan papah pengen muncrat di dalem memeknya sintia", jawabku terengah. Dia terus mengenjotkan kontolnya keluar masuk memekku, sampe akhirnya, "Siin", erangnya. terasa sekali semburan maninya membanjiri memekku. Kami berdua terkulai lemas.
:

linaacih said...

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar